Sunday, December 1, 2019

3 Tips Cara Melahirkan Normal Dengan Cepat dan Selamat


“The moment a child is born a mother is also born. She never existed before. The women existed, but the mother, never. A mother is something absolutely new.”- Osho
Masyaallah tabarakallahu... 29 september 2019 ketika aku melahirkan putraku yang pertama, pada saat itu juga aku untuk pertama kalinya terlahir sebagai seorang mama. Melahirkannya adalah pelajaran berharga pertamaku menjadi seorang ibu, untuk pertama kalinya aku mencintai ibuku lebih dari sebelumnya. Hari itu aku putuskan untuk memulai perjalanan baruku sebagai seorang ibu, banyak emosi yang meluap kacau kala hati dan pikiran sedang lelah, ternyata menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Bisa jadi satu jam ini aku sedang tertawa bahagia namun beberapa menit kemudian air mataku bercucuran tak karuan, mulutku mulai tak kontrol meluapkan rasa emosi karena hal sepele, sungguh tidak waras jika begini padahal menjadi seorang ibu aku butuh tetap waras agar anakku tumbuh dengan baik. Hari demi hari aku pikirkan bagaimana caranya mengubah emosiku menjadi suatu hal yang bermanfaat, agar aku tetap waras. Akhirnya kutemukan cara, dengan menulis dan membagikannya barangkali bisa menjadi penyaluran emosiku yang baik, terapi bagiku agar tetap waras menjadi seorang ibu. Kali ini aku ingin berbagi sedikit tips saat melahirkan agar dimudahkan oleh Allah, tentunya semua atas izin Allah tapi ada baiknya kita tetap berusaha.
Bismillahirrahmannirrahim...
Moms, seringkali kita salah mengartikan HPL, HPL adalah Hari Perkiraan Lahir bukan Hari Pasti Lahir, namanya saja PERKIRAAN, tidak mungkin tepat, jarang sekali terjadi, tapi ini sinyal dari tenaga medis yang membantu kita untuk siap siaga menyambut kedatangan buah hati kita. Kehamilan seringkali tidak selalu berjalan sesuai dengan kemauan kita, tapi kita bisa mengupayakan. Semenjak awal aku hamil aku selalu berdoa agar aku bisa melahirkan dengan normal, namun saat kehamilanku 32 weeks aku dinyatakan memiliki posisi bayi sungsang dan harus melakukan caesar, hatiku langsung hancur sejadinya tapi aku tetap ingin berupaya normal. Aku mengganti providerku yang lebih pro dengan lahir normal, aku melakukan pemeriksaan lagi dan mendapat saran untuk melakukan
 knee chest (sujud) selama 15-30 menit setiap harinya. Sungguh knee chest ini ternyata tidak mudah ๐Ÿ˜ญ diusia perut yang sudah semakin membesar saat melakukan knee chest rasanya punggung hampir patah, tapi aku tetap semangat demi melahirkan normal. Aku membagi waktu knee chest ku menjadi 5x sehari yang aku lakukan setiap sehabis sholat fardhu selama 5-10 menit. Waktu berlalu dan tak terasa aku telah melakukan knee chest selama satu bulan lamanya. Hari itu usia kandunganku 36 weeks, aku putuskan kembali ke provider baruku dan memeriksakan posisi bayiku. Alhamdulillah hasil tidak menghianati proses, bayiku sudah berada pada posisi yang baik untuk dilahirkan secara normal. Tapi ternyata tidak sampai disini saja, meski posisinya sudah bagus tetapi bayiku belum masuk panggul padahal usia kehamilan 36 weeks, subhanallah mengujiku sangat. Sedih sekali rasanya, tapi Alhamdulillah Allah kirimkan provider yang baik sekali dan pro normal. Aku disarankan untuk mengepel sambil jongkok setiap hari sampai terasa akan melahirkan. Sungguh berat dengan perut yang sudah sangat besar harus mengepel lantai dengan posisi jongkok, sulit dan sakit rasanya setiap malam punggungku terasa subhanallah nikmatnya. Setiap hari diusia kehamilan tuaku, aku rajin memberdayakan diri tentang apa-apa yang mungkin terjadi dan tindakan apa yang sebaiknya aku lakukan, hingga kontraksi 5-1-1 (kontraksi 5-1-1 adalah rasa sakit nyeri hebat diperut setiap 5 menit sekali dengan durasi 1 menit selama 1 jam) aku seringkali mempelajarinya hingga barang-barang apa saja yang sebaiknya dibawa saat melahirkan, jujur aku tidak ikut kelas Yoga tapi aku rajin berenang melatih nafas (nafas adalah hal yang sangat penting ketika melahirkan secara normal). Waktupun kian berlalu hingga tibalah usia kandunganku 39 weeks and 2 days. Jam 23.30 kurang lebihnya pada hari sabtu aku merasa ada yang mengalir sendiri dan tak tertahankan lewat jalan lahir tapi aku tidak merasakan apapun seperti kontraksi atau semacamnya jadi aku tetap tenang dan berusaha tidur kembali, berdzikir mengingat Allah sepanjang malam itu. Subuh aku masih tetap sholat meski rembesan itu sedikit-sedikit keluar lewat jalan lahirku. Demi mengobati rasa penasaran, pagi harinya aku datang ke Puskesmas tempat aku berencana melahirkan, dilakukan lah VT (VT adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga medis dengan memasukan jari ke jalan lahir untuk memeriksa pembukaan) oleh bidan setempat dan dinyatakan masih belum ada pembukaan, akhirnya aku pulang sembari menelpon suamiku untuk tidak usah bergegas pulang karena perkiraannya masih 2 hari lagi dan aku masih seperti biasanya masak mencuci pakaian dll hingga sore hari aku terasa kontraksi. Namun, aku tetap tenang saat kontraksi terjadi karena saat aku hitung waktunya belum kontraksi 5-1-1 jadi aku hanya perlu merasa nyaman dirumah agar kontraksi meningkat. Sekitar pukul 19.00 ba’da isya kontraksi mulai sering terjadi, sudah 5-1-1 namun aku tetap tenang dan menata tasku, disetiap hembusan kontraksi yang kian terasa sakit aku membaca doanya maryam ketika melahirkan nabi Isa, doa ini insyaallah sangat membantu kelancaran proses melahirkan.

Doa agar mudah melahirkan

‎                                                             ุญَู†َุง ูˆَู„َุฏَุชْ ู…َุฑْูŠَู… ูˆَู…َุฑْูŠَู…ْ ูˆَู„َุงุฏَุชْ ุนِูŠْุณَู‰ ุงُุฎْุฑُุฌْ ุงَูŠُู‡َุง ุงู„ْู…َูˆْู„ُูˆْุฏْ ุจِู‚ُุฏْุฑَุฉِ ุงู„ْู…َู„ِูƒِ ุงู„ْู…َุนْุจُูˆْุฏْ

“ Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘Iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi “.

Artinya : “ Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah “.

Aku terus mengulang-ulang doa itu sampai kontraksi kian terjadi dan rasanya nikmat sekali. Sekitar pukul 21.00 aku merasakan kontraksi 5-1-1 dan inilah waktu yang tepat bagiku untuk pergi ke Puskesmas, diantar abah, mama, dan adik-adikku aku berangkat dengan langkah yang mulai berat suamiku tidak membersamaiku saat aku melahirkan, tapi biasa saja bahkan tidak terpikirkan sedih sama sekali karena terlalu fokus pada rasa sakit, aku hanya berpikiran jarak antara rumah ibu dengan suamiku sangatlah jauh Banten-Jateng(pucuk gunung) jadi daripada aku membuat panik suamiku lebih baik aku fokus pada proses melahirkanku. Sesampainya dipuskesmas bidan jaga melakukan VT kembali dan menyatakan pembukaan 5 padaku, Masyaallah padahal pagi belum ada pembukaan sama sekali (kuncinya adalah tetap aktiv melakukan aktifitas seperti biasanya, jangan hanya berbaring dan makan sepanjang hari). Pembukaan 5 rasanya sudah semakin sakit, doa maryam selalu kusebutkan ya Allah dalam benakku sambil memeluk ibuku, aku bercucuran air mata memohon ampun atas segala dosaku pada ibuku. Oh ya sebelum melahirkan aku meminta maaf pada suami dan ibu, ternyata ini cukup membantu insyaallah karena istri ridhonya Allah ada pada suaminya. Sekitar pukul 23.00 bidan jaga melakukan VT lagi (ya Allah VT juga sakit sekali ternyata) dan menyatakan aku telah pembukaan 8, ya Allah ya rabb rasanya sudah tidak kuat lagi, sambil bercucuran keringat dan memeluk ibuku aku sambil berbisik “Ma aku sudah tidak kuat lagi, aku mau caesar saja.” Hahaha kalau teringat lucu sekali saat itu, mamaku menabokku “Hush ayo semangat normal! Jangan bilang begitu” ya Allah pembukaan 8 rasanya sudah kehabisan tenaga, hingga pukul 23.30 lewat pembukaanku lengkap dan waktunya mengejan sekuat tenaga aku teriak “Allahu Akbar ya Allah ya Rabb” disitu nyawa kupertaruhkan untuk melahirkan seorang putera pada hari minggu 29 September 2019 pukul 00.01 tepat... Masyaallah tabarakallahu, setelah melahirkan sekitar pukul 01.00 dini hari aku telpon suamiku “Mas Alhamdulillah anakmu sudah lahir,” dan suamiku ternyata sudah dalam perjalanan, dia naik kereta malam dari Pasar Senen, dia sudah sampai dicirebon waktu aku telpon, Masyaallah betapa singkat perjalanan melahirkan pertamaku, hingga suamiku saja tidak sempat menemani karena jarak melahirkan yang cepat dengan kontraksi Alhamdulillah. Teruntuk mamaku tersayang, terimakasih telah melahirkan aku dan menemaniku saat aku melahirkan anakku, jazakillah khair mamaku sayang ♥
Kunci melahirkan cepat dan selamat adalah:
1. Doa
2. Restu suami dan orang tua
3. Rajin memberdayakan diri baik info seputar melahirkan maupun persiapan fisik dan mental.
Terimakasih sudah bersedia membaca, semoga bermanfaat ๐Ÿ˜
Maaf masih belajaran nulis hihi
Kalau ada pertanyaan bisa ditanyakan lewat Ig @din_risa atau email dienamriny@gmail.com thank you so much....

No comments:

Post a Comment

Ikhtiar Mendapatkan Momongan

Mengandung adalah anugerah terindah dari Allah yang diimpikan oleh setiap pasangan, dalam rumah tangga hadirnya buah hati sangatlah dina...